Senin, 23 Juni 2014

ANALISIS MISTERI TANGGAL LAHIR JOKOWI DAN PRABOWO DISINERGIKAN 9 JULI 2014


ANALISIS MISTERI TANGGAL LAHIR JOKOWI DAN PRABOWO DISINERGIKAN 9 JULI 2014

Oleh: Turiman Fachturahman Nur

Jokowi Lahir 21 Juni 1961 struktur angkanya 21 – 6 – (1+9+6+1= 17) = 21 + 6 + 17= 44 Surah 44 adalah Ad Dukkhaan (kabut) sebuah misteri, nama surah ini diambil dari surah 44 ayat 10 “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata” .Jika angka 44 dihubungkan dengan 9 Juli 2014 tanggal pelaksanaan Pilpres, maka strukturnya 9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23. Angka 23 jika dihubungkan kestruktur surah adalah surah yang bernama Al Mukminuun orang yang beriman.

Mari kita tambahkan kedua angka itu 44 + 23= 67 Angka 67 ini jika dihubungkan ke struktur surah bernomor 67dalam quran adalah Al Mulk (Kerajaan).

1.      Kita analisa surah 67 ayat 9 (struktur diambil dari angka tgl pilpres) dan surah  67 ayat 21 (struktur angka tgl lahir Jokowi) pada surah 67 ayat 9 “mereka menjawab : “benar ada” sesungguhnya telah datang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan katakan Allah tidak menurunkan sesuatu pun kamu tidak tidak lain hanyalah didalam kesesatan yang besar” ,sedangkan surah 67 ayat 21 : “atau Siapakah dia ini yang memberikan rezeki Nya ? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri”
2.      Kita analisa surah 67 ayat 6 (struktur angka diambil dari bulan lahir Jokowi yaitu Juni=6) dan surah 67 ayat 7 (struktur bulan pelaksanaan pilpres).Pada surah 67 ayat 6 :”Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab jahanam. Dan itulah seburuk-buruk kembali” , sedangkan surah 67 ayat 7 : “Apa bila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, pada ayat 8 nya menyatakan “hampir hampir neraka itu terpecah-pecah lantaran amarah.Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan orang-orang kafir penjaga –penjaga negara itu berkata kepada mereka “Apakah belum pernah datang kepada kamu di dunia seorang pemberi peringatan ? Jawaban lihat kembali ke surah 67 ayat 9 di atas.
3.      Kita analisa surah 67 ayat 17 (angka 17 jumlah akumulasi struktur angka tahun kelahiran Jokowidodo 1+9+6+1=17) pada surah 67 ayat 17 : “atau kamu merasa aman terhadap Allah dilangit bahwa Dia akan mengirim badai berbatu.Maka kelak kamu mengetahui bagaimana akibat mendustakan peringatanKu.
4.      Jika struktur akumulasi tgl, bln dan tahun lahir Jokowi  (21 – 6 – (1+9+6+1= 17) = 21 + 6 + 17= 44) kita hubungkan dengan struktur akumulasi tgl, bln, tahun pelaksanaan pilpres (9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23.), maka bisa kita struktur secara bolak balik angkanya, yaitu 44 ayat 23 dan 23 ayat 44, pada surah 44 ayat 23: “Allah berfirman, Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar, dan pada lanjutan ayatnya: “biarlah laut itu tetap terbelah.Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan” (67 ayat 24), sedangkan 23 ayat 44: “kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut.Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadi mereka buah tutur manusia, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
5.      Jika angka 44 (akumulasi tgl dan bulan serta tahun kelahiran Jokowi) dihubungkan dengan angka 9 (tgl pilpres), maka struktur angkanya 44 ayat 9 :”tetapi mereka bermain-main dalam keraguan”, sedangkan 44 ayat 7 (diambil dari struktur angka bulan pelaksanaan pilpres bulan Juli=7), maka surah 44 ayat 7 menyatakan :”Tuhan memelihara langit dan bumi apa yang ada diantara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
6.      Analisis berikutnya surah 23 ayat 9 (angka 23 diambil dari 9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23, sedangkan angka 9 tgl pelaksanaan pilpres, surah 23 ayat 9 Mereka itulah yang memelihara sholatnya” sedangkan 23 ayat 21 (angka 21 diambil tgl kelahiran Jokowidodo): pada surah 23 ayat 21 “dan sesungguhnya pada  binatang-binatang ternak terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada pada perutnya dan juga pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu dan sebagian dari kamu makan. 23 ayat 6 (angka 6 diambil dari bulan kelahiran Jokowi:”Kecuali terhadap isteri-isteri mereka dan budak mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela” 23 ayat 7 (angka 7 diambil dari bulan pelaksanaan pilpres “barang siapa mencari dibalik itu maka mereka itulah orang yang melampuai batas.”
Berdasarkan struktur angka di atas dan Early warning dari Allah dalam surah yang muncul dari struktur angka di atas, maka bangsa Indonesia sedang diperingatkan, bahwa Jokowidodo adalah hikmah bagi bangsa Indonesia, mengapa beliau dilahirkan bersamaan dengan tanggal kematian Soekarno, apakah Jokowidodo adalah titisan Soekarno atau Jokowidodo adalah pemimpin yang lahir dari bumi Indonesia sebagai pemimpin yang lahir dari Rakyat ataukah Jokowidodo adalah early warning bagi bangsa Indonesia untuk waspada akan ada sesuatu terjadi pada bangsa Indonesia, karena sudah mendustakan ayat-ayat Allah.
Yang menarik adalah angka 21 Juni 1961 berikut ini Apa yang menarik dari 21 Juni? Tahun 1970 Brazil menjuarai gelar piala dunia untuk ketiga kalinya, Ada juga 21 Juni 2006, dimana Satelit baru Pluto ditemukan secara resmi dan dinamai Nix dan Hydra.
Di Indonesia tanggal 21 Juni memiliki relasi kuat pada dua sosok tokoh populer namun beda zaman. Tanggal 21 Juni 1970 adalah tanggal yang menyedihkan bagi bangsa Indonesia. Karena pada tanggal itu, seorang putra terbaik bangsa telah memejamkan mata untuk selamanya. Dia adalah Soekarno Putra Sang Fajar si Penyambung Lidah Rakyat. Bukan hanya Indonesia yang kagum dengan sepak terjangnya melainkan juga dunia. Pidatonya yang berjudul “ Indonesia Menggugat “ telah membuka mata dunia, tentang siapa dirinya. Pidatonya yang keras dan berapi-api menjadi ciri khasnya yang sulit untuk disamakan.
Pada tanggal yang sama di desa Srambatan, Surakarta tahun 1961. Lahir pula seorang anak laki-laki dari pasangan suami istri Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Bayi mungil itu diberi nama Joko Widodo yang lahir 21 Juni 1961. Tak ada yang menyangka, orang deso itu, yang sering disapa Jokowi kini menjadi orang nomor 1 di Jakarta. Apakah ada hubungan antara Soekarno dengan Joko Widodo?
Pertanyaannya apa yang terjadi pada tanggal 21 Juni di dunia?

Bagaimana jika kita menggunakan analisis yang sama dengan Prabowo Subianto yang lahir 17 Oktober 1951 struktur angkanya 17 + 10 + (1+9+5+1= 16) dan jika kita hubungkan dengan tgl/bln/thn pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 atau 9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23. Angka 23 jika dihubungkan kestruktur surah adalah surah yang bernama Al Mukminuun orang yang beriman, sedangkan hasil akumulasi tgl/bln/thn kelahiran Prabowo, 17 + 10 + (1+9+5+1= 16)= 17 + 10 + 16 = 43. Angka 43 jika dihubungkan dengan struktur surah adalah surah bernomor 43 bernama Az Zukhruf (perhiasan)

Bagaimana analisisnya ?
1.      Kita analisis dengan menambahkan 43 dan 23 = 43 + 23 = 66 , struktur angka 66 jika dihubungkan dengan nomor surah adalah surah bernomor 66 At Tahriim (mengharamkan), bagaimana analisisnya pertama 66 ayat 17 (angka 17 diambil dari tgl lahir Prabowo ) : ” surah 66 ayat 17 tidak ada nomor ayatnya, maka angka 17 dipampatkan dahulu menjadi 17 (1+7=8) maka 66 ayat 8 :Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia; sedang cahaya mereka memancar dihadapan  dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan:”Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
2.      Analisis berikutnya 66 ayat  10 (angka 10 diambil dari bulan lahir Prabowo, Oktober=10), maka surah 66 ayat 10:”Allah membuat istri Nuh dan isteri Luht perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba yang saleh, diantara hamba-hamba Kami: lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari sika Allah dan dikatakan (kepada keduanya);”Masuklah keneraka bersama-sama orang yang masuk (neraka).
3.      Analisis berikut 66 ayat  16 (akumulasi tahun kelahiran Prabowo 1951 (1+9+5+1=16) surah 66 ayat 16 tidak ada ayatnya, maka angka 16 dipampatkan menjadi 16 (1+6=7), maka surah 66 ayat 7:”Hai orang-orang kafir janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan. Sedangkan 66 ayat 9 (tgl pelaksanaan Pilpres Juli =9) : Hai nabi perangilah orang-orang kafir dan orang-orang yang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” 66 ayat 7 (angka 7 adalah bulan pelaksanaan pilres, lihat surah 66 ayat 7 diatas, juga angka akumulasi 2014= 2+0+1+4=7 surah 66 ayat 7 lihat surah dan ayat yang sama di atas)
4.      Jika kita kombinasikan angka 43 dan 23, maka strukturnya bisa kita bolak balik struktur angkanya 43 ayat 23 dan 23 ayat 43: pada surah 43 ayat 23 : Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah dinegeri itu berkata:”Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami pengikut jejak mereka”, sedangkan 23 ayat 43:”Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya, dan tidak dapat pula mereka terlambat ajalnya.
Berdasarkan analisis diatas, maka kita dapatkan struktur angka pada Prabowo juga mengandung peringatan kepada manusia dalam hal ini bagi bangsa Indonesia agar umat bertobat, dan peringatan bagi orang-orang yang hidup bermewah-mewah akan mendapat ajalnya serta early warning bagi bangsa Indonesia Prabowo Subianto adalah perumpamaan pemimpin yang lahir dan dikelilingi dari orang-orang yang hidup mewah atau memang dilahirkan untuk dikhianati oleh para kadernya. Atau Prabowo memberikan peringatan kepada bangsa Indonesia dengan simbol Garuda merah yang sudah tidak ada perisai Pancasilanya dan seloka bhinneka tunggal ikanya. Ada apa dengan NKRI ?

Demikian struktur angka tgl/bln/thn kelahiran Prabowo, 17 Oktober 1951 jika kita hubungkan dengan peristiwa dalam kemiliteran Indonesia, yaitu peristiwa 17 Oktober 1952 adalah peristiwa di mana KSAD (dijabat A.H. Nasution) dan tujuh panglima daerah meminta Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dibubarkan. Kemal Idris, salah satu dari tujuh panglima, pernah mengarahkan moncong meriam ke Istana. Dalihnya melindungi Presiden Soekarno dari demonstrasi mahasiswa.
Pemicunya adalah pemilu yang tertunda-tunda yang dianggap hanyalah taktik DPRS (yang didukung Bung Karno) untuk mempertahankan keadaan yang makin parah. Konflik intern militer dan partai-partai menajam, korupsi meluas, dan keadaan keamanan memburuk. Pada 13 Juli 1952, Kolonel Bambang Supeno, orang dekat Bung Karno yang sering keluar-masuk Istana, mengirim surat ke Perdana Menteri Wilopo, Presiden dan DPRS, menyatakan tak mempercayai lagi pimpinan Angkatan Perang, khususnya Angkatan Darat (dipimpin Nasution). Bambang Supeno-lah yang melobi Bung Karno sampai Bambang Sugeng akhirnya mengganti Nasution sebagai KSAD. Nasution dipecat. Tujuh perwira daerah ada yang ditahan dan digeser kedudukannya.
Pada tanggal 17 Oktober 1952 terjadi demonstrasi di Jakarta. Semula massa mendatangi gedung parlemen, kemudian mereka menuju Istana Presiden untuk mengajukan tuntutan pembubaran parlemen dan menggantinya dengan parlemen baru serta tuntutan segera dilaksanakan pemilihan umum. Penyebab utama dari peristiwa ini adalah terlalu jauhnya campur tangan kaum politisi terhadap masalah intern Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI)
Demonstrasi ini direncanakan Markas Besar Angkatan Darat atas inisiatif Letnan Kolonel Sutoko dan Letnan Kolonel S. Parman. Pelaksanaannya diorganisasi oleh Kolonel dr. Mustopo Kepala Kedokteran Gigi Angkatan Darat dan Perwira Penghubung Presiden, dan Letnan Kolonel Kemal Idris, Komandan Garnisun Jakarta. Seksi Intel Divisi Siliwangi mengerahkan demonstran dari luar Ibukota dengan menggunakan kendaraan truk militer. Pada waktu itu, Pasukan Tank muncul di Lapangan Merdeka, dan beberapa pucuk meriam diarahkan ke Istana Presiden. Peristiwa 17 Oktober 1952 ini diupayakan diselesaikan melalui pertemuan Rapat Collegial (Raco) tanggal 25 Februari 1955 yang melahirkan kesepakatan Piagam Keutuhan Angkatan Darat yang ditandatangani oleh 29 perwira senior Angkatan Darat.
Peristiwa ini bersumber pada kericuhan yang terjadi di lingkungan Angkatan Darat. Kolonel Bambang Supeno tidak menyetujui kebijaksanaan Kolonel A.H. Nasution selaku KSAD. Ia mengajukan surat kepada Menteri Pertahanan dan Presiden dengan tembusan kepada Parlemen berisi soal tersebut dan meminta agar Kolonel A.H. Nasution diganti. Manai Sophian selaku anggota Parlemen mengajukan mosi agar pemerintah membentuk panitia khusus untuk memepelajari masalah tersebut dan mengajukan usul pemecahannya. Hal demikian dirasakan oleh pimpinan AD sebagai usaha campur tangan Parlemen dalam lingkungan AD. Pimpinan AD mendesak kepada Presiden agar membubarkan Parlemen. Desakan tersebut juga dilakukan oleh rakyat dengan mengadakan demonstrasi ke gedung Parlemen (waktu itu masih di Lapangan Banteng Timur) dan Istana Merdeka. Presiden menolak tuntutan pembubaran Parlemen dengan alasan ia tidak mau menjadi diktator, tetapi akan berusaha mempercepat pemilu. Kolonel A.H. Nasution mengajukan permohonan mengundurkan diri dan diikuti oleh Mayjen T.B. Simatupang. Jabatan KSAD digantikan Kolonel Bambang Sugeng

             Apa yang terjadi pada tanggal 17 juli ?
  • 1918 – wafatnya  Kaisar Rusia (Tsar) Nikolai II beserta keluarganya:
  1. Alexandra Feodorovna
  2. Olga Nikolaevna
  3. Maria Nikolaevna
  4. Anastasia Nikolaevna
  5. Alexei Nikolaevich
          Kemudian apa yang terjadi pada tgl 9 Juli ?

    Peristiwa

Kelahiran

<1700

1701-1800

1801-1900

1901-1950

1951-2000

Meninggal


Kesimpulan
Prabowo lahir 17 Juli 1951 (17 + 7+ (1+9+5+1=16) = 17 + 7 + 16 = 43 surah Az Zukhruf Perhiasan
Jokowidodo, 21 Juni 1961 (21 + 6 + (1+9+6+1 = 17= 21 + 6 + 17= 44 Ad Dukhaan (Kabut)
Tanggal Pelaksanaan Pilpres  9 Juli 2014 = 9 +7+ (2+0+1+4= 7) = 9 + 7 + 7= 23 al mukminuun.
Struktur angkanya
43 ayat 7 dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka memperolok-olok
43 ayat 9 Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka “siapakah yang menciptakan langit dan bumi ? niscaya mereka akan menjawab “Semua diciptakan oleh Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
44 ayat 7  Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
44 ayat 9 Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan
44 ayat 23 Allah berfirman, Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hambaKu pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar.
23 ayat 44 Kemudian Kami utus kepada mereka berturut-turut rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain dan Kami jadikan mereka buah tutur manusia, maka kebinasaan bagi orang-orang yang tidak beriman
43 ayat 23  Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah dinegeri itu berkata “ Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak  kami menganutr suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka
23 ayat 7 Barang siapa yang mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampuai batas.
23 ayat 9 dan orang yang memelihara sholatnya.
23 ayat 16  : Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan dari kuburmu di hari kiamat.
23 ayat 17 Dan sesungguhnya Kamin telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan( Kami)
23 ayat 43 Tidak dapat sesuatu umat pun mendahului ajalnya, dan tidak dapat pula mereka terlambat ajalnya.
Jika kita perhatikan syruktur angka dan subtansi ayatnya yang dipaparkan diatas, dimuungkinkan mengarah kepada Kandidat Presiden Nomor berapa, gunakan qalbu dan renungkan mintalah fatwa ke dalam qalbumu pasti akan terjawab siapakah Presiden yang dikehendaki Allah melalui sabda alam yang terhubung dengan qalbu manusia ?

0 komentar:

Poskan Komentar