Senin, 05 Januari 2015

MEMAHAMI KODE 0561 DAN JALAN LURUS SECARA NUMERIK


Bilangan 0561 & Prediksi Kal Bar 2015  Menuju “JALAN LURUS”

Turiman Fachturahman Nur
               Makna sebuah “kemerdekaan” bagi Kalimantan Barat yang dahulu bekas daerah istimewa Kalimantan Barat tentu akan berbeda dibandingkan dengan Provinsi di Kalimantan lainnya, mengapa ada sebuah keunikan tersendiri, yaitu Ibu kotanya yang bernama Kota Pontianak berada pada titik garis khatulistiwa dengan memiliki kode yang memberikan sebuah “sandi kode” yang bersifat spiritual, yaitu 0561, karena angka inipun merupakan ayat-ayat kauniyah.
             Pertanyaannya yang perlu diajukan adalah apa makna bilangan 0561 itu ?
Bilangan 0 memiliki makna “Zero” artinya kekosongan, tetapi jika dihubungkan dengan qalbu manusia adalah “kebersihan” sebuah pesan Iqro, yaitu “bersihkan qalbumu dari sesuatu yang membelengu hatimu”, yaitu prasangka, persepsi atau sifat –sifat syetaniah atau posisi zero yang bermakna obyektifivitas, sedangkan bilangan 5 dalam tataran kenegaraan kita ingat lima sila dari Pancasila yang maknanya lima dasar, tetapi pada tataran spiritual bilangan itu berkaitan dengan Rukun Islam yang lima salah satunya 5 kali sholat fardhu dan bilamana dikaitkan dengan Struktur Surah dalam Al-Qur’an, maka surah ke 5 adalah Al Maidah artinya sebuah hidangan dan sebaik-baiknya hidangan bagi qalbu manusia adalah Zikir dan sebaik-baiknya zikir adalah IQRO Al-Qur’an artinya tidak sekedar dibaca Utlu tetapi dikaji QS 96 Ayat 1-5 dan QS 29 Ayat 45, namun apibila kita kaitkan dengan subtansi yang berada pada Surah ke 5 itu sendiri Surah Al Maidah ada sebuah pesan tersirat dan tersurat, yaitu pada surah ke 5 ayat 35 ,bahwa ada sebuah perintah Allah kepada umat manusia yang juga bertempat tinggal di bumi Kalimantan Barat perlu menyadari bersama, yaitu ”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan” QS 5 Ayat 35 pada ayat ini memberikan makna bagi orang-orang beriman di bumi Kalimantan Barat atau lebih khusus bagi masyarakat kota Pontianak, untuk selalu mencari jalan bagaimana mendekatkan diri kepada Allah dan Allah memnberikan kebebasan untuk mencari jalan dan apa bila jalan itu sudah ketemu, maka berjihadlah pada jalan itu, bukankah bermakna sebuah panduan yang tidak lain adalah Al-Qur’an dan As Sunnah, sedangkan bilangan 6 adalah berkaitan dengan Rukun Iman, tetapi bilangan itu dikaitkan dengan struktur Al-Qur’an sebagai hudalinas yang bersifat universal QS 38 ayat 138 dan QS 45 ayat 20, maka Struktur Surah ke 6 adalah Al An’aam artinya binatang ternak, apa maknanya bukankah binatang ternak sesuatu yang bermanfaat dan sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, tetapi apabila merenungkan Surah ke 6 Ayat 114-115 menyatakan :”Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu dengan terperinci ? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka mengetahui bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya, Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Telah sempurnakanlah kalimat Tuhanmu Al-Qur’an, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Sebuah pesan spiritual bagi orang-orang yang beriman untuk berhakimkan kepada Allah melalui konstitusi tertingginya hidupnya yaitu Al-Qur’an sebagai hudalinas dan lintas manusia apapun sukunya, apapun agamanya, dan universalnya inilah Al-Qur’an yang tidak ada perubahan didalannya.
Bilangan kesatu 1 dari empat digit kode aera 0561 bermakna adalah Tauhid atau apabila ditransper kedalam struktur surah adalah surah ke 1, yaitu Al Fatehah, bermakna Pembukaan, Mukadimah atau “pintu gerbang’ Al-Qur’an yang intinya adalah Mustaqiim atau Jalan Yang Lurus, pertanyaannya adalah apa itu jalan yang lurus itu ?
Jika kita eksplorasi kata Mustaqiim dalam struktur huruf arab/hijaiyah, maka terdiri dari huruf pertama huruf Mim yaitu huruf urutan ke 24 dan bilangan ini apabila dihubungkan dengan struktur surah adalah surah ke 24, yaitu bernama surah An Nur yang maknanya adalah cahaya bukankah Al-Qur’an itu cahaya di atas cahaya berlapis-lapis QS 24 Ayat 34-35. Huruf kedua adalah Siin yaitu huruf ke 12 dan bilangan 12 apabila dihubungkan ke surah adalah Surah Yusuf sebuah pribadi yang bercahaya, sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat akan tetapi membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman QS 12 Ayat 111. Kemudian huruf berikutnya adalah Ta yaitu huruf ke 3 dan bilangan 3 ini apabila dihubungkan dengan struktur surah dalam Al-Qur’an adalah surah Al Imran, sebuah pesan tersirat dan tersurat untuk mencontoh keluarga Imran, tetapi maaf bukan Imron teroris, sesungguhnya dalam keluarga Imron ada teladan didalamnya, “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran melebihi segala umat dimasanya masing-masing, sebagai satu keturunan yang sebagian keturunan dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui QS 3 Ayat 33-34 dan pada surah ke 3 Al Imran ayat 68 juga ada sebuah pesan spiritual yaitu : “Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikuti dan Nabi ini Muhammad, serta orang-orang yang beriman kepada Muhammad dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. Pertanyaannya adalah apa yang diikuti ? dari Ibrahim tidak lain adalah tauhidnya dan apa yang diikuti dari Nabi Muhammad adalah akhlaknya, yaitu Akhlaknya Nabi seperti apa –apa yang diperintah Allah di dalam Al-Qur’an.
Huruf selanjutnya dari kata mustaqiim berikutnya adalah huruf Qaf adalah huruf ke 21 dan bilangan ke 21 apabila dihubungkan ke struktur surah adalah Al Anbiya yaitu para Nabi, sebuah pesan untuk mengikuti jejak para Nabi dan Nabi yang sering disalawatkan ketika sholat adalah Ibrahim surah ke 14 dan Muhammad surah ke 47, sebuah pesan untuk bertauhid seperti Ibrahim dan berakhlak seperti Muhammad bagi yang mengikuti jejaknya. Apabila bilangan 14 dan 47 dipasangkan dengan cara menjumlahkan 14 ditambah 47 menghasilkan bilangan 61 lihat surah ke 61 bernama Ash Shaff artinya Barisan, apa pesan spiritualnya wahai orang beriman rapatkan barisan agar kamu tidak bercerai berai, renungkan QS 61 ayat 1-3 yang menyatakan “Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada dilangit dan apa saja yang di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Kemudian ada pesan spiritual pada ayat berikutnya: “Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan” bukan sebuah pesan spiritual bagi kita yang tinggal di bumi khatulistiwa, mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat dan dibenci oleh Allah salah satu merusak lingkungan hidup.
Selanjutnya huruf berikutnya dari kata mustaqiim adalah huruf Ya yaitu huruf ke 30 dan bilangan 30 jika dihubungkan dengan struktur surah adalah surah Ar Rum, artinya bangsa bukankah bangsa yang kuat itu dimulai dari pribadi-pribadi yang muslim dan keluarga yang sakinah dan mawadah serta warahmah dan pada surah Ar Rum 30 ini ada sebuah pesan spiritual, yaitu :’Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Dien Allah tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah itulah Dien yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertaqwalah kepada-Nya serta dirikanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. QS 30 Ayat 30-32. Ini adalah sebuah pesan agar manusia bijak. Dan ayat-ayat di atas juga sebuah pesan itu menjaga persatuan umat manusia.
Huruf selanjutnya adalah Mim yang merupakan huruf terakhir dari rangkaian kata mustaqiim dan huruf mim adalah huruf ke 24 dan maknanya jika dihubungkan dengan struktur surah dalam Al-Qur’an adalah Cahaya, pada surah ke 24 ayat 34, 35 menyatakan: “Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa, Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi, perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca dan kaca-kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak sebelah timur dan tidak pula sebelah baratnya, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya berlapis-lapis Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Yang terpenting pada kata mustaqiim atau jalan yang lurus adalah perintah kepada manusia, yaitu dengan menjumlah urutan bilangan setelah ditransfer dari struktur huruf ke struktur digital atau angka, yaitu huruf Mim –huruf ke 24, huruf Siin ke 12, huruf Ta huruf 3, huruf Qaf ke 21, huruf Ya ke 30 dan huruf mim kembali ke 24 dan akumulasinya adalah 24 + 12 + 3 + 21 + 30 + 24 = 114 , bukankah surah ke 114 bernama An Naas yang artinya manusia, dan pada surah ini ada pesan spiritual: “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang memelihara Manusia, Raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan /bisikan syaitan yang biasa tersumbunyi, yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia QS 114 ayat 1-6. Tetapi pesan terbesarnya adalah Manusia meminta jalan yang lurus yaitu Mustaqiim yang dijumlah secara digital adalah 114, bukankah 114 surah, 30 Juz dan 6236 ayat itu struktur Al-Qur’an.
           Pertanyaan apa kaitannya dengan bagi Kal-Bar 2015 jika distruktur dalam  bahasa angka 2015 = 2 + 0+ 1+ 5= 8 Delapan dalam tataran surah Quran adalah Surah 8, yakni Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, "Harta Rampasan Perang") adalah surah ke-8 pada al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah. Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H. Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.
             Adapun isi pokoknya adalah berkaitan dengan : Pertama, Keimanan: Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka; menentukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah; jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman; 'inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal; hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman; tindakan-tindakan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia; adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar; adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin; syirik adalah dosa berat. Kedua, Hukum-hukum: Aturan pembagian harta rampasan perang; kebolehan memakan harta rampasan perang; larangan lari/mundur dalam peperangan; hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam; kewajiban taat kepada pimpinan dalam perang; keharusan mengusahakan perdamaian; kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang; ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan; tujuan perang dalam Islam; larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat; larangan mengkhianati perjanjian.  Ketiga, Kisah-kisah: Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar, suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung; keadaan Nabi Muhammad SAW sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau; orang yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad s.a.w.; kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab serta keburukan orang-orang munafik. Dan keempat dan lain lain: Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman; sunnatullah pada seseorang dan masyarakat.
                Maknanya Kal-Bar Tahun 2015 ini adalah sebuah prediksi akan terjadi “peperangan” antara kaum penganut paham materialiasme yang akarnya individualisme atau hubuduniah dengan orang-orang yang berpaham golongan yang mementingkan komunitasnya, dan masyarakat akan dibuat dalam kebimbangan antara “bergabung dengan peluang bisnis” konvensional atau bergabung dengan peluang bisnis waralaba dan net work marketing (MLM), namun akan dimenangkan dengan mensinergikan keduanya, artinya jalan konvesional tetap berjalan tetapi ia juga mempunyai peluang yang besar untuk bergabung dengan MLM yang dipilih secara selektif dan cermat serta cerdas, karena “banyak pejabat di kalbar “korban MLM” money game. Mereka masih “trauma”  tetapi mulai memahami apa sesungguh dan makna sebenarnya MLM itu. Hal ini sudah jamannya digital oleh karena jika bisnis tidak hadir di duia internet, maka bisnisnya akan lamban, mereka akan mencari  bisnis berbasis teknologi informasi on line dan menjadi pilihan yang menguntungkan di tahun 2015, karena kta suka atau tidak suka akan mememasuki sebuah era globalisasi regional khususnya di kawasan asia, akan menjadi rebutan “pasar internasional”, oleh karena itu regulasi yang mendukung kondisi ini harus dievaluasi dan segera direvisi secara masif, agar birokrasi bisa membaca peluang dalam mendukung kebijakan berbasis ekonomi regional yang sudah dihadapan mata, yaitu MEI ASIA Global 2015, namun banyak kendala, yaitu kita masih dihadapkan dengan “orang-orang munafik” walaupun tersebut komunitas-komunitas dari orang-orang yang istiqomah dengan nilai-nilai kebaikan “kejujuran dan keadilan” sangat dirindukan. Pada Tahun 2015 bisa  ikut dan sangat berperan besar dalam menghadapi situasi tahun 2015, walaupun taraf pendidikannya tidak tinggi tetapi memiliki jiwa wiraswasta dan semangat juang yang tinggi dan memiliki naluri membaca peluang bisnis yang sangat dibutuhkan untuk membangun aset dan pendapatan pasif, sedang pada sisi lain untuk sisi penegakan hukum, di tahun 2015 akan banyak birokrasi yang tersangkut hukum sebagai akibat buah dari prilaku munafiknya dan “menumpuk harta” dengan kekuasaan ditangannya. Kemudian fenomena alam, yakni banyaknya bencana akibat ulah manusia terhadap lingkungan, serta terkuaknya fenomena gaib di tujuh wilayah hunian orang “kebenaran di Kal-bar” yang memiliki teknologi tinggi dan peradaban yang tinggi serta banyak akan terjadi orang-orang di kalbar terserang penyakit ain atau non medikal atau mencari “jatidiri” melalui jalan spiritual dan ada banyak penyakit yang berada diluar analisis medikal. Orang-orang merindukan komunitas yang bisa berbagi masalah bisnis dan kehidupan kedepan, karena banyak orang belu siap pensiun “bingung” melakukan perencanaan kehidupan. Gelar akademik yang disandang hanya menjadi formalitas dan tak sebanding dengan kemampuan talentanya. Pada sisi kebijakan-kebijakan yang akan diambil harus mampu menyerap dan pendampingan dari komunitas-komunitas yang tumbuh di masyarakat. Di Kal Bar akan banyak orang-orang yang melakukan sinergisitas diluar  bidangnya, karena terbukanya wawasan atau pola pikirnya bahwa mereka tak mau jadi penonton di daerahnya sendiri.  


0 komentar:

Poskan Komentar