Sabtu, 28 Juni 2014

KONSEP ARISAN NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU WUJUD EKONOMI KERAKYATAN BERBASISKAN “GOTONG ROYONG BANGSA INDONESIA”


ARISAN NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU WUJUD EKONOMI KERAKYATAN BERBASISKAN “GOTONG ROYONG BANGSA INDONESIA”

Oleh: Turiman Fachturahman Nur
HP 08125695414

Suatu bangsa yang tidak mempunyai kemandirian adalah bangsa yang kehilangan kedaulatan politiknya. Kita punya negeri, namun bukan kita yang mengaturnya. Suatu bangsa yang tidak mempunyai kedaulatan adalah bangsa yang kehilangan kemampuannya untuk berdiri diatas kaki sendiri, hilang kemampuannya untuk menggerakan yang tersedia untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi baik dalam hal pangan, sandang, dan kebutuhan dasar lainnya. Suatu bangsa yang kehilangan jati dirinya, bangsa yang tidak dapat menghimpun kekuatannya sendiri untuk membangun negeri. Lebih tragis suatu bangsa yang tidak mempunyai kemandirian, sesungguhnya adalah bangsa yang kehilangan mahkota kemerdekaannya.
Pertanyaannya apa yang dimaksud jalan kemandirian. Sebenarnya jalan kemandirian hakekatnya adalah menempatkan rakyat sebagai subyek perubahan. Harus ada transformasi masyarakat menjadi kekuatan perubahan yang solid. Ada masyarakat baru yang memberi ruang pada manusia Indonesia untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan sains dan teknologi, penuh inovasi serta berkepribadian Indonesia.
Kita sekarang berada dalam konjuktur sejarah yang unik. Tata kapitalis dunia juga mengalami krisis yang luar biasa dan tidak dapat dielakan (invitable), karena sudah menyentuh sumber pangan, sumber energi dan lingkungan hidup. Solusi imperialis untuk memperkluat cengkraman dan memperluas kekuasaan sudah tidak efektif dan justru mengundang masalah seperti terlihat di Timur Tengah sekarang ini. Pada saat yang bersamaan muncul berbagai BRIGS, dan G 77, yang terbebas dari bayang-bayang konsensus Washiton, IMF, dan Bank Dunia dan menempuh jalan kemandirian. Susunan kuasa dunia ini juga berubah dengan munculnya Tiongkok yang akan menggantikan Amerika Serikat sebagai perekonomian terbesar di dunia 2030.
          Menurut penulis  secara semiotika hukum perlu ada terobosan baru atau jalan keluar dari jerat neo liberal yaitu konsep ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong. Negara Indonsia yang sebesar ini tidak mampu gotong royong dalam mewujudkan makna yang tersirat dan tersurat Pasal 33 UUD Neg RI 1945 adalah sebuah kemustahilan. Diperlukan perekonomian yang berbasis ideologi, yaitu tekanan pada toleransi sosial dan kebersamaan dalam mencapai kesejahteraan sosial  dan sebesar-besarnya untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
          Ada lima ciri utama perekonomian berbasis ideologi Indonesia, yaitu: (1) perekonomian yang berbasis ideologi Indonesia adalah pengaturan alokasi produksi, komsumsi, dan distribusi sesuai dengan prinsip etika tanpa menepis atau mengabaikan  hak individu, (2) perekonomian yang berbasis ideologi adalah tekanan pada toleransi sosial dan kebersamaan dalam mencapai kesejahteraan ekonomi (3) nasionalisme ekonomi yang menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan individu atau kelompok. Dalam praktiknya ini berarti penguasaan dan kendali terhadap sumber daya dan kekayaan alam berada ditangan negara. (4) demokrasi ekonomi atau pengakuan atas keragaman pengetahuan dan perilaku ekonomi dalam masyarakat dan pengambilan keputusan mengenai kehidupan ekonomi ada ditangan rakyat. Artinya demokrasi memberikan kesempatan yang sama kepada setiap elemen yang ada bukan dalam kerangka persaingan melainkan kerjasama.Dan (5)   desentralisasi ekonomi berbasis ideologi adalah penegasan bahwa hak, kesempatan dan akses harus berada ditangan rakyat yang tercermin dalam kekuatan lokal disetiap wilayah Indonesia.
Atas dasar lima ciri di atas menurut penulis kekuatan lokal adalah penentu keberhasilan upaya mengukuhkan kemandirian bangsa. Dengan kata lain demokrasi ekonomi sebagai ciri keempat dari tatanan ekonomi berbasis ideologi Indonesia dibangun dari kesadaran, tentunya perlu kuasa kekuatan lokal yang tercermin dalam ekonomi rakyat. Harus bisa disinergikan dengan konsep desentralisasi ekonomi sebagai ciri kelima ekonomi berbasis ideologi adalah penegasan bahwa hak, kesempatan dan akses harus berada ditangan rakyat yang tercermin dalam kekuatan lokal disetiap wilayah Indonesia.
Dengan kata lain kekuatan lokal adalah jawaban besar terhadap upaya pencarian kekuatan yang menandingi kekuatan besar pengendali globalisasi kapitalis. Kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan, dan marginalisasi sebagian besar penduduk akibat globalisasi kapitalis ini memaksa orang untuk beralih dan memperkuat apa yang dimiliki ditingkat lokal. Perekonomian yang bersandarkan pada ideologi Pancasila sebagaimana dirumuskan oleh Soekarno ini sesungguhnya adalah himpunan pemikiran dan praktik dari tingkat lokal yang dimiliki bangsa Indonesia yang akan menjawab bukan hanya persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi alternatif bagi persoalan dunia.
            Perencanaan yang tepat, kepimpinan politik yang andal, dan keterlibatan rakyat secara sadar adalah kunci keberhasilan mewujudkan ekonomi berbasis ideologi Indonesia. Jika kita buka jarum sejarah pada tanggal 17 Agustus 1950 Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang dibentuk Presiden Soekarno menerbitkan sebuah rencana pembangunan yang sangat rinci dan lengkap. Rencana Pembangunan Nasional Semesta (RPNS) delapan tahun.Rencana itu akan dilaksanakan setahap demi tahap, daerah demi daerah, dengan pendekatan “pertumbuhan yang seimbang’ (unbalanced –growth), inti yang paling mendalam dari konsep besar tersebut adalah “ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong”.
           Dalam skala mikro yang kecil “ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong” sebenarnya bisa diwujudkan segera. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya dalam skala kecil dan sederhana serta berbasis ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong itu bisa diwujudkan? Sebagaimana kita ketahui NKRI ada 35 Provinsi yang memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda lihat saja ciri khas kerajinan rakyat, potensi kekayaan alamnya, kreativitas rakyatnya ketika mengolah potensi daerahnya. Hanya permasalahannya adalah bagaimana semua itu bisa dikemas oleh pemerintah agar koneksitas antar pelaku ekonomi kerakyatan bisa saling sinergi antar daerah. Tentunya dibutuhkan momen nasional yang bergilir antar daerah provinsi. Permasalahan kedua adalah saat ini infra struktur jalan, pendidikan, kesehatan antar daerah tidak terjadi pemerataan khususnya antara Jawa dan luar Jawa, karena menentuan DAK, DAU salah satu ukurannya adalah  jumlah penduduk dan ketika membangun jalan dananya ditentukan salah satunya berdasarkan jumlah kendaraan. Ketidak adilan ini tentunya belum bisa menopang  percepatan ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong. Tentunya bisa ditebak oleh publik pembangunan akan berpusat dimana, tentu daerah yang padat penduduk dan intensitas jumlah kendaraan yang besar.
           Gagasan “ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong”,sebenarnya bisa dikemas dengan kearifan yang sudah ada dibangsa Indonesia yang saya sebut dengan tradisi “arisan”, ada arisan kampung, ada arisan komunitas etnis, ada arisan komunitas masyarakat, bahkan ada arisan kantor, arisan keluarga. Pertanyaannya apakah konsep tradisi “arisan” itu tidak bisa diangkat pada tataran nasional, yang saya sebut ARISAN NASIONAL. Pertanyaannya adalah bagaimana menggagasnya. Tentu Presiden sebagai pemimpin nasional bisa menggagasnya.
         Jika permasalahan infra struktur jalan, kesehatan, pendidikan belum merata di Indonesia, maka sebenarnya bisa dibangun tahap demi tahap, daerah demi daerah diwilayah provinsi di Indonesia. Adapun caranya jika saja semua provinsi yang difasilisasi oleh Presiden mau mewujudkan bagian dari strategi “ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong”. Caranya adalah adakan ARISAN NASIONAL dengan cara perprovinsi menyetor  Rp 10 Milyar saja masing-masing Provinsi, maka akan terkumpul 350 Milyar (10 X 35 Provinsi di Indonesia). Jika saja setiap satu tahun dicabut undi ARISAN NASIONAL dua kali saja. Dan dilaksanakan setiap 6 (enam)  bulan sekali, maka dalam 60 bulan atau 5 (lima) tahun, bisa dilakukan 10 kali cabut undi ARISAN NASIONAl .
          Setiap sekali cabut undian ARISAN NASIONAL ada lima (5) Provinsi yang dapat arisan, maka 350 M dibagi 5 provinsi, maka setiap provinsi akan mendapatkan 70 M. Pertanyaannya untuk apa uang ini, maka Presiden mengeluarkan regulasi, bahwa uang arisan nasional yang didapat oleh masing-masing provinsi hanya bisa digunakan untuk membangun infra struktur jalan, pendidikan dan kesehatan, pasar tradisional yang berbasis ekonomi kerakyatan diluar itu adalah penyimpangan dan korupsi dan bisa dilaporkan ke KPK. Arisan Nasional dicabut undi untuk pertama kalinya di Istana Negara yang difasilisasi oleh Presiden Republik Indonesia.
          Kemudian untuk menggerakan “ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong”, maka dari 5 (lima) Provinsi yang mendapat arisan kemudian mencabut undi lagi, untuk menentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan ARISAN NASIONAL enam bulan berikutnya. Misalnya Kal-Bar, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Barat, pada enam bulan pertama yang mendapatkan Arisan Nasional, maka setelah cabut undi ternyata Kal-Bar yang menjadi tuan rumah, maka pada enam bulan berikutnya di Kal-Bar sebagai tuan rumah akan mengundang 35 Provinsi baik yang sudah dapat dan belum mendapat arisan nasional untuk hadir di Kal-Bar. Apa yang harus diadakan untuk mewujudkan “ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong” pada momen arisan nasional itu,yakni diadakan pameran perdagangan hasil ekonomi kerakyatan masing provinsi, sehingga ada sejumlah pelaku ekonomi dari 35 Provinsi yang hadir di Kal-Bar sehingga diharapkan dari pekan ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong”itu akan menimbul multiplayer efek transaksi ekonomi antar daerah. Kemudian pada puncaknya diadakan cabut undi Arisan Nasional 6 (enam) bulan kedua untuk lima (5) provinsi berikutnya. Dan cabut undi untuk menentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah arisan nasional berikutnya.
            Apalagi kedatangan para utusan pelaku ekonomi rakyat setiap provinsi pada momen pameran ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong itu disamping difasilisasi oleh  pemerintah daerah provinsi masing-masing, juga diutus oleh KADIN provinsi yang telah dibina oleh masing-masing KADIN di provinsinya dan alangkah lebih baiknya jika KADIN juga ikut ARISAN NASIONAL mengikuti cabut undi yang telah dilakukan 35 Provinsi seluruh Indonesia diatas, misalnya setiap KADIN masing-masing Provinsi menyetor dana arisan nasional sebesar 1 (satu ) milyar saja, maka sudah ada 35 Milyar terkumpul. Jika mengikuti urutan cabut undi pada arisan provinsi, maka ada 5 (lima) KADIN Provinsi setiap enam bulan  sekali yang akan mendapat bagian arisan nasional, artinya setiap KADIN Provinsi akan menerima 7 (tujuh) Milyar permoment arisan. Tentu dananya oleh KADIN provinsi yang menerima arisan bisa untuk digunakan pembiayaan pembinaan UKM atau para pelaku ekonomi kerakyatan pada masing-masing wilayah provinsinya.
            Apa semiotika hukum  dibalik filosofis, sosiologis, yuridis dari arisan nasional itu, yakni (1) pertama menumbuhkan persatuan bangsa sebagai perwujudan sila ketiga Pancasila persatuan Indonesia, (2) menumbuhkan semangat gotong royong antar provinsi sebagai sebuah bangsa yang bermartabat, tentunya juga menumbuhkan semangat nasionalisme. (3) Roda ekonomi kerakyatan dengan basis gotong royong tersebut berjalan. Dengan demikian demokrasi ekonomi yang bersandarkan pada kekuatan lokal bisa saling sinergi. Tentunya akan menumbuhkan transaksi ekonomi antar daerah, karena bertemunya peluang-peluang kerjasama ekonomi antar daerah. (4) permasalahan infra struktur yang dikeluhkan selama ini di daerah, karena terbatas dana dari APBN, APBD  terjadi pemerataan dari hasil gotong royong melalui kegiatan arisan nasional (5) menjadikan basis duplikasi arisan antar daerah kabupaten dalam satu provinsi, mungkin  juga bisa dilaksanakan arisan antar desa dalam satu kecamatan, karena desa akan mendapat dana anggaran yang lebih berdasarkan Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. (6) membangun sinergisitas antara pemangku kepentingan, yakni antara KADIN dengan Pemerintah Daerah Provinsi dalam rangka menggerakan ekonomi daerah. (7) membuka peluang kerjasama antara KADIN antar Provinsi sekaligus akan berlomba-lomba dalam pembinaan UKM atau para pelaku ekonomi kerakyatan di wilayah daerah pembinaannya untuk memamerkan hasil produk potensi daerahnya masing-masing.
           Sederhana, hanya tinggal Presiden memfasilisasi dan menggagas dan jika perlu setiap momen pekan “ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong” diadakan di daerah yang menjadi tuan rumah ARISAN NASIONAL, Presiden Hadir sebagai wujud kepedulian dan keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan dan mempersatukan antar daerah sebagai wujud kesadaran kebangsaan. Mungkinkah negara sebesar ini tak bisa mewujudkan tradisi yang kelihatan “ndeso” itu diangkat ketataran nasional dengan nomenklatur ARISAN NASIONAL sebagai salah satu bagian dari perwujudan ekonomi kerakyatan berbasiskan gotong royong”, tergantung Presidennya apakah mau meneksekusi atau tidak. Berpikir benar itu baik, tetapi berpikir tepat itu lebih baik, dan akan lebih baik berpikir benar  dan tepat, karena berpikir benar dan tepat itu berpikir dengan mata hati. Mengapa tidak terpikirkan oleh pemimpin bangsa ini ? (Penulis adalah peneliti : Sejarah Hukum Lambang Negara RI Elang Rajawali Garuda Pancasila dan pemerhati masalah kebangsaan UNTAN)


       
.






            
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 23 Juni 2014

ANALISIS MISTERI TANGGAL LAHIR JOKOWI DAN PRABOWO DISINERGIKAN 9 JULI 2014


ANALISIS MISTERI TANGGAL LAHIR JOKOWI DAN PRABOWO DISINERGIKAN 9 JULI 2014

Oleh: Turiman Fachturahman Nur

Jokowi Lahir 21 Juni 1961 struktur angkanya 21 – 6 – (1+9+6+1= 17) = 21 + 6 + 17= 44 Surah 44 adalah Ad Dukkhaan (kabut) sebuah misteri, nama surah ini diambil dari surah 44 ayat 10 “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata” .Jika angka 44 dihubungkan dengan 9 Juli 2014 tanggal pelaksanaan Pilpres, maka strukturnya 9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23. Angka 23 jika dihubungkan kestruktur surah adalah surah yang bernama Al Mukminuun orang yang beriman.

Mari kita tambahkan kedua angka itu 44 + 23= 67 Angka 67 ini jika dihubungkan ke struktur surah bernomor 67dalam quran adalah Al Mulk (Kerajaan).

1.      Kita analisa surah 67 ayat 9 (struktur diambil dari angka tgl pilpres) dan surah  67 ayat 21 (struktur angka tgl lahir Jokowi) pada surah 67 ayat 9 “mereka menjawab : “benar ada” sesungguhnya telah datang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan katakan Allah tidak menurunkan sesuatu pun kamu tidak tidak lain hanyalah didalam kesesatan yang besar” ,sedangkan surah 67 ayat 21 : “atau Siapakah dia ini yang memberikan rezeki Nya ? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri”
2.      Kita analisa surah 67 ayat 6 (struktur angka diambil dari bulan lahir Jokowi yaitu Juni=6) dan surah 67 ayat 7 (struktur bulan pelaksanaan pilpres).Pada surah 67 ayat 6 :”Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab jahanam. Dan itulah seburuk-buruk kembali” , sedangkan surah 67 ayat 7 : “Apa bila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, pada ayat 8 nya menyatakan “hampir hampir neraka itu terpecah-pecah lantaran amarah.Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan orang-orang kafir penjaga –penjaga negara itu berkata kepada mereka “Apakah belum pernah datang kepada kamu di dunia seorang pemberi peringatan ? Jawaban lihat kembali ke surah 67 ayat 9 di atas.
3.      Kita analisa surah 67 ayat 17 (angka 17 jumlah akumulasi struktur angka tahun kelahiran Jokowidodo 1+9+6+1=17) pada surah 67 ayat 17 : “atau kamu merasa aman terhadap Allah dilangit bahwa Dia akan mengirim badai berbatu.Maka kelak kamu mengetahui bagaimana akibat mendustakan peringatanKu.
4.      Jika struktur akumulasi tgl, bln dan tahun lahir Jokowi  (21 – 6 – (1+9+6+1= 17) = 21 + 6 + 17= 44) kita hubungkan dengan struktur akumulasi tgl, bln, tahun pelaksanaan pilpres (9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23.), maka bisa kita struktur secara bolak balik angkanya, yaitu 44 ayat 23 dan 23 ayat 44, pada surah 44 ayat 23: “Allah berfirman, Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar, dan pada lanjutan ayatnya: “biarlah laut itu tetap terbelah.Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan” (67 ayat 24), sedangkan 23 ayat 44: “kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut.Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadi mereka buah tutur manusia, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
5.      Jika angka 44 (akumulasi tgl dan bulan serta tahun kelahiran Jokowi) dihubungkan dengan angka 9 (tgl pilpres), maka struktur angkanya 44 ayat 9 :”tetapi mereka bermain-main dalam keraguan”, sedangkan 44 ayat 7 (diambil dari struktur angka bulan pelaksanaan pilpres bulan Juli=7), maka surah 44 ayat 7 menyatakan :”Tuhan memelihara langit dan bumi apa yang ada diantara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
6.      Analisis berikutnya surah 23 ayat 9 (angka 23 diambil dari 9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23, sedangkan angka 9 tgl pelaksanaan pilpres, surah 23 ayat 9 Mereka itulah yang memelihara sholatnya” sedangkan 23 ayat 21 (angka 21 diambil tgl kelahiran Jokowidodo): pada surah 23 ayat 21 “dan sesungguhnya pada  binatang-binatang ternak terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada pada perutnya dan juga pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu dan sebagian dari kamu makan. 23 ayat 6 (angka 6 diambil dari bulan kelahiran Jokowi:”Kecuali terhadap isteri-isteri mereka dan budak mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela” 23 ayat 7 (angka 7 diambil dari bulan pelaksanaan pilpres “barang siapa mencari dibalik itu maka mereka itulah orang yang melampuai batas.”
Berdasarkan struktur angka di atas dan Early warning dari Allah dalam surah yang muncul dari struktur angka di atas, maka bangsa Indonesia sedang diperingatkan, bahwa Jokowidodo adalah hikmah bagi bangsa Indonesia, mengapa beliau dilahirkan bersamaan dengan tanggal kematian Soekarno, apakah Jokowidodo adalah titisan Soekarno atau Jokowidodo adalah pemimpin yang lahir dari bumi Indonesia sebagai pemimpin yang lahir dari Rakyat ataukah Jokowidodo adalah early warning bagi bangsa Indonesia untuk waspada akan ada sesuatu terjadi pada bangsa Indonesia, karena sudah mendustakan ayat-ayat Allah.
Yang menarik adalah angka 21 Juni 1961 berikut ini Apa yang menarik dari 21 Juni? Tahun 1970 Brazil menjuarai gelar piala dunia untuk ketiga kalinya, Ada juga 21 Juni 2006, dimana Satelit baru Pluto ditemukan secara resmi dan dinamai Nix dan Hydra.
Di Indonesia tanggal 21 Juni memiliki relasi kuat pada dua sosok tokoh populer namun beda zaman. Tanggal 21 Juni 1970 adalah tanggal yang menyedihkan bagi bangsa Indonesia. Karena pada tanggal itu, seorang putra terbaik bangsa telah memejamkan mata untuk selamanya. Dia adalah Soekarno Putra Sang Fajar si Penyambung Lidah Rakyat. Bukan hanya Indonesia yang kagum dengan sepak terjangnya melainkan juga dunia. Pidatonya yang berjudul “ Indonesia Menggugat “ telah membuka mata dunia, tentang siapa dirinya. Pidatonya yang keras dan berapi-api menjadi ciri khasnya yang sulit untuk disamakan.
Pada tanggal yang sama di desa Srambatan, Surakarta tahun 1961. Lahir pula seorang anak laki-laki dari pasangan suami istri Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Bayi mungil itu diberi nama Joko Widodo yang lahir 21 Juni 1961. Tak ada yang menyangka, orang deso itu, yang sering disapa Jokowi kini menjadi orang nomor 1 di Jakarta. Apakah ada hubungan antara Soekarno dengan Joko Widodo?
Pertanyaannya apa yang terjadi pada tanggal 21 Juni di dunia?

Bagaimana jika kita menggunakan analisis yang sama dengan Prabowo Subianto yang lahir 17 Oktober 1951 struktur angkanya 17 + 10 + (1+9+5+1= 16) dan jika kita hubungkan dengan tgl/bln/thn pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 atau 9 + 7 + (2+0+1+4= 7) jadi struktur akumulasinya 9 + 7 + 7= 23. Angka 23 jika dihubungkan kestruktur surah adalah surah yang bernama Al Mukminuun orang yang beriman, sedangkan hasil akumulasi tgl/bln/thn kelahiran Prabowo, 17 + 10 + (1+9+5+1= 16)= 17 + 10 + 16 = 43. Angka 43 jika dihubungkan dengan struktur surah adalah surah bernomor 43 bernama Az Zukhruf (perhiasan)

Bagaimana analisisnya ?
1.      Kita analisis dengan menambahkan 43 dan 23 = 43 + 23 = 66 , struktur angka 66 jika dihubungkan dengan nomor surah adalah surah bernomor 66 At Tahriim (mengharamkan), bagaimana analisisnya pertama 66 ayat 17 (angka 17 diambil dari tgl lahir Prabowo ) : ” surah 66 ayat 17 tidak ada nomor ayatnya, maka angka 17 dipampatkan dahulu menjadi 17 (1+7=8) maka 66 ayat 8 :Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia; sedang cahaya mereka memancar dihadapan  dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan:”Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
2.      Analisis berikutnya 66 ayat  10 (angka 10 diambil dari bulan lahir Prabowo, Oktober=10), maka surah 66 ayat 10:”Allah membuat istri Nuh dan isteri Luht perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba yang saleh, diantara hamba-hamba Kami: lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari sika Allah dan dikatakan (kepada keduanya);”Masuklah keneraka bersama-sama orang yang masuk (neraka).
3.      Analisis berikut 66 ayat  16 (akumulasi tahun kelahiran Prabowo 1951 (1+9+5+1=16) surah 66 ayat 16 tidak ada ayatnya, maka angka 16 dipampatkan menjadi 16 (1+6=7), maka surah 66 ayat 7:”Hai orang-orang kafir janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan. Sedangkan 66 ayat 9 (tgl pelaksanaan Pilpres Juli =9) : Hai nabi perangilah orang-orang kafir dan orang-orang yang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” 66 ayat 7 (angka 7 adalah bulan pelaksanaan pilres, lihat surah 66 ayat 7 diatas, juga angka akumulasi 2014= 2+0+1+4=7 surah 66 ayat 7 lihat surah dan ayat yang sama di atas)
4.      Jika kita kombinasikan angka 43 dan 23, maka strukturnya bisa kita bolak balik struktur angkanya 43 ayat 23 dan 23 ayat 43: pada surah 43 ayat 23 : Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah dinegeri itu berkata:”Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami pengikut jejak mereka”, sedangkan 23 ayat 43:”Tidak (dapat) sesuatu umat pun mendahului ajalnya, dan tidak dapat pula mereka terlambat ajalnya.
Berdasarkan analisis diatas, maka kita dapatkan struktur angka pada Prabowo juga mengandung peringatan kepada manusia dalam hal ini bagi bangsa Indonesia agar umat bertobat, dan peringatan bagi orang-orang yang hidup bermewah-mewah akan mendapat ajalnya serta early warning bagi bangsa Indonesia Prabowo Subianto adalah perumpamaan pemimpin yang lahir dan dikelilingi dari orang-orang yang hidup mewah atau memang dilahirkan untuk dikhianati oleh para kadernya. Atau Prabowo memberikan peringatan kepada bangsa Indonesia dengan simbol Garuda merah yang sudah tidak ada perisai Pancasilanya dan seloka bhinneka tunggal ikanya. Ada apa dengan NKRI ?

Demikian struktur angka tgl/bln/thn kelahiran Prabowo, 17 Oktober 1951 jika kita hubungkan dengan peristiwa dalam kemiliteran Indonesia, yaitu peristiwa 17 Oktober 1952 adalah peristiwa di mana KSAD (dijabat A.H. Nasution) dan tujuh panglima daerah meminta Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dibubarkan. Kemal Idris, salah satu dari tujuh panglima, pernah mengarahkan moncong meriam ke Istana. Dalihnya melindungi Presiden Soekarno dari demonstrasi mahasiswa.
Pemicunya adalah pemilu yang tertunda-tunda yang dianggap hanyalah taktik DPRS (yang didukung Bung Karno) untuk mempertahankan keadaan yang makin parah. Konflik intern militer dan partai-partai menajam, korupsi meluas, dan keadaan keamanan memburuk. Pada 13 Juli 1952, Kolonel Bambang Supeno, orang dekat Bung Karno yang sering keluar-masuk Istana, mengirim surat ke Perdana Menteri Wilopo, Presiden dan DPRS, menyatakan tak mempercayai lagi pimpinan Angkatan Perang, khususnya Angkatan Darat (dipimpin Nasution). Bambang Supeno-lah yang melobi Bung Karno sampai Bambang Sugeng akhirnya mengganti Nasution sebagai KSAD. Nasution dipecat. Tujuh perwira daerah ada yang ditahan dan digeser kedudukannya.
Pada tanggal 17 Oktober 1952 terjadi demonstrasi di Jakarta. Semula massa mendatangi gedung parlemen, kemudian mereka menuju Istana Presiden untuk mengajukan tuntutan pembubaran parlemen dan menggantinya dengan parlemen baru serta tuntutan segera dilaksanakan pemilihan umum. Penyebab utama dari peristiwa ini adalah terlalu jauhnya campur tangan kaum politisi terhadap masalah intern Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI)
Demonstrasi ini direncanakan Markas Besar Angkatan Darat atas inisiatif Letnan Kolonel Sutoko dan Letnan Kolonel S. Parman. Pelaksanaannya diorganisasi oleh Kolonel dr. Mustopo Kepala Kedokteran Gigi Angkatan Darat dan Perwira Penghubung Presiden, dan Letnan Kolonel Kemal Idris, Komandan Garnisun Jakarta. Seksi Intel Divisi Siliwangi mengerahkan demonstran dari luar Ibukota dengan menggunakan kendaraan truk militer. Pada waktu itu, Pasukan Tank muncul di Lapangan Merdeka, dan beberapa pucuk meriam diarahkan ke Istana Presiden. Peristiwa 17 Oktober 1952 ini diupayakan diselesaikan melalui pertemuan Rapat Collegial (Raco) tanggal 25 Februari 1955 yang melahirkan kesepakatan Piagam Keutuhan Angkatan Darat yang ditandatangani oleh 29 perwira senior Angkatan Darat.
Peristiwa ini bersumber pada kericuhan yang terjadi di lingkungan Angkatan Darat. Kolonel Bambang Supeno tidak menyetujui kebijaksanaan Kolonel A.H. Nasution selaku KSAD. Ia mengajukan surat kepada Menteri Pertahanan dan Presiden dengan tembusan kepada Parlemen berisi soal tersebut dan meminta agar Kolonel A.H. Nasution diganti. Manai Sophian selaku anggota Parlemen mengajukan mosi agar pemerintah membentuk panitia khusus untuk memepelajari masalah tersebut dan mengajukan usul pemecahannya. Hal demikian dirasakan oleh pimpinan AD sebagai usaha campur tangan Parlemen dalam lingkungan AD. Pimpinan AD mendesak kepada Presiden agar membubarkan Parlemen. Desakan tersebut juga dilakukan oleh rakyat dengan mengadakan demonstrasi ke gedung Parlemen (waktu itu masih di Lapangan Banteng Timur) dan Istana Merdeka. Presiden menolak tuntutan pembubaran Parlemen dengan alasan ia tidak mau menjadi diktator, tetapi akan berusaha mempercepat pemilu. Kolonel A.H. Nasution mengajukan permohonan mengundurkan diri dan diikuti oleh Mayjen T.B. Simatupang. Jabatan KSAD digantikan Kolonel Bambang Sugeng

             Apa yang terjadi pada tanggal 17 juli ?
  • 1918 – wafatnya  Kaisar Rusia (Tsar) Nikolai II beserta keluarganya:
  1. Alexandra Feodorovna
  2. Olga Nikolaevna
  3. Maria Nikolaevna
  4. Anastasia Nikolaevna
  5. Alexei Nikolaevich
          Kemudian apa yang terjadi pada tgl 9 Juli ?

    Peristiwa

Kelahiran

<1700

1701-1800

1801-1900

1901-1950

1951-2000

Meninggal


Kesimpulan
Prabowo lahir 17 Juli 1951 (17 + 7+ (1+9+5+1=16) = 17 + 7 + 16 = 43 surah Az Zukhruf Perhiasan
Jokowidodo, 21 Juni 1961 (21 + 6 + (1+9+6+1 = 17= 21 + 6 + 17= 44 Ad Dukhaan (Kabut)
Tanggal Pelaksanaan Pilpres  9 Juli 2014 = 9 +7+ (2+0+1+4= 7) = 9 + 7 + 7= 23 al mukminuun.
Struktur angkanya
43 ayat 7 dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka memperolok-olok
43 ayat 9 Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka “siapakah yang menciptakan langit dan bumi ? niscaya mereka akan menjawab “Semua diciptakan oleh Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
44 ayat 7  Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
44 ayat 9 Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan
44 ayat 23 Allah berfirman, Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hambaKu pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar.
23 ayat 44 Kemudian Kami utus kepada mereka berturut-turut rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain dan Kami jadikan mereka buah tutur manusia, maka kebinasaan bagi orang-orang yang tidak beriman
43 ayat 23  Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah dinegeri itu berkata “ Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak  kami menganutr suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka
23 ayat 7 Barang siapa yang mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampuai batas.
23 ayat 9 dan orang yang memelihara sholatnya.
23 ayat 16  : Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan dari kuburmu di hari kiamat.
23 ayat 17 Dan sesungguhnya Kamin telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan( Kami)
23 ayat 43 Tidak dapat sesuatu umat pun mendahului ajalnya, dan tidak dapat pula mereka terlambat ajalnya.
Jika kita perhatikan syruktur angka dan subtansi ayatnya yang dipaparkan diatas, dimuungkinkan mengarah kepada Kandidat Presiden Nomor berapa, gunakan qalbu dan renungkan mintalah fatwa ke dalam qalbumu pasti akan terjawab siapakah Presiden yang dikehendaki Allah melalui sabda alam yang terhubung dengan qalbu manusia ?
»»  Baca Selengkapnya...